Sabtu, 08 April 2017

KOMPONEN POKOK PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN PENGEMBANGAN INSTRUMENNYA



KOMPONEN POKOK PENILAIAN PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN PENGEMBANGAN INSTRUMENNYA

Pendahuluan
Penilaian adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan buruk. Penilaian proses pembelajaran dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung. Penilaian proses merupakan penilaian yang menitik beratkan sasaran penilaian pada tingkat efektifitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran, menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar.
Penilaian proses belajar berkaitan dengan paradigma bahwa dalam kegiatan belajar kegiatan utama terletak pada siswa, siswa yang secara dominan berkegiatan belajar mandiri dan guru hanya melakukan pembimbingan.  Dalam konteks ini guru harus memantau berbagai kegiatan siswa dalam proses belajar tersebut setiap pertemuan. Sedangkan untuk mengukur hasil belajar dilakukan ulangan harian, tengah semester, dan akhir semester.
Di samping ujian, ada berbagai bentuk dan teknik yang bisa dilakukan dalam penilaian kelas, yaitu penilaian kinerja (performance), penilaian penugasan (proyek atau project), penilaian hasil kerja (produk atau peoduct), penilaian tertulis (paper dan pen), penilaian portopolio (portofolio), Checklist, dan penilaian sikap.
Tindak lanjut dari penilaian proses pembelajaran (jika memperoleh hasil yang kurang memuaskan) dengan dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK).  Seorang guru berusaha mendiagnosa penyebab kesulisan siswa dalam proses belajar, pada nantinya akan menemukan suatu cara atau solusi permasalahan tersebut.
Tujuan Penialaian Proses Pembelajaran
Dalam penilaian hasil belajar lebih ditekankan pada derajat penguasaan tujuan pengajaran (instruksional) oleh para siswa, sedangkan pada tujuan penilaian proses pembelajaran lebih ditekankan pada perbaikan dan pengoptimalan kegiatan pembelajaran itu sendiri, terutama efesiensi, efektif dan produktifitasnya dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Komponen Penilaian Proses Pembelajaran
Dalam penilaian proses pembelajaran terdapat komponen-komponen yang membentuk proses pembelajaran dan keterkaitan atau hubungan diantara komponen-komponen tersebut. Aspek-aspek yang dinilai dari komponen tersebut setidaknya mencakup beberapa hal:
1.      Komponen Tujuan Instruksional
Meliputi aspek-aspek ruang lingkup tujuan, abilitas yang terkandung didalamnya, rumusan tujuan, kesesuaian dengan kemampuan siswa, jumlah dan waktu yang tersedia untuk mencapainya, kesesuaian dengan kurikulum yang berlaku, keterlaksanaan dalam pengajaran.
2.      Komponen Bahan Pengajaran
Meliputi kesesuaian dngan tujuan, tingkat kesulitan bahan kemudahan memperoleh dan mempelajarinya, daya gunanya bagi siswa, keterlaksanaan sesuai dengan waktu yang tersedia, sumber-sumber untuk mempelajarinya, cara mempelajarinya, kesinambungan bahan, relevansi bahan dengan kebutuhan siswa, prasyarat mempelajarinya.
3.      Komponen Siswa
Meliputi kemampuan prasyarat, minat dan perhatian, motivasi, sikap, cara belajar yang dimiliki, hubungan sosialisasi dengan teman sekelas, masalah belajar yang dihadapi, karakteristik dan kepribadian, kebutuhan belajar, indetitas siswa dan keluarganya yang erat kaitannya dengan pendidikan di sekolah.
4.      Komponen Guru
Meliputi penguasaan mata pelajaran, keterampilan mengajar, sikap keguruan, pengalaman engajar, cara mengajar, cara menilai, kemauan mengembangkan profesinya, keterampilan berkomunikasi, kepribadian , kemampuan dan kemauaan memberikan bantuan dan bimbingan kepada siswa, hubungan dengan siswa dan rekan sejawatnya, penampilan dirinya, keterampilan lain yang diperlukan.
5.      Komponen Alat dan Sumber Belajar
Meliputi jenis alat dan jumlahnya, daya guna, kemudahan pengadaanya, kelengkapannya, maanfaatnya bagi siswa dan guru, cara pengunaanya. Dalam alat dan sumber belajar ini termasuk alat peraga, buku sumber, laboratorium dan perlengkapan belajar lainya.
6.      Komponen Penilaian
Meliputi jenis alat penilaian yang digunakan, isi dan rumusan pertayaan, pemeriksaan dan interprestasinya, sistem penilaian yang digunakan, pelaksanaan penilaian, tindak lanjut hasil penilaian, pemanfaatan hasil penilaian, administrasi penilaian, tingkat kesulitan soal, validitas dan reliabilitas soal penilaian, daya pembeda, frekuensi penilaian dan perencanaan penilaian.


Komponen Bahan Pengajaran
Bahan pengajaran atau bahan ajar merupakan salah satu sumber pengetahuan bagi siswa/mahasiswa di sekolah maupun di perguruan tinggi yang merupakan sarana yang sangat penting untuk menunjang proses kegiatan pembelajaran. Bahan ajar sangat menentukan keberhasilan pendidikan dalam menentukan pelajaran. Oleh karena itu bahan ajar yang baik juga dapat membimbing dan mengarahkan proses siswa/mahasiswa juga dapat membimbing dan mengarahkan proses belajar mengajar di kelas ke arah proses pembelajaran yang bermutu.
Dengan demikian setiap bahan ajar harus memiliki standar yang sesuai dengan tujuan dari bahan ajar tersebut, yaitu sesuai dengan jenjang pendidikan, psikologi perkembangan siswa, kebutuhan dan tuntutan kurikulum, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Jenis bahan pengajaran dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
1.      Berdasarkan Bentuk
Ø  Bahan ajar cetak: Handout, Buku teks, Modul, Lembar kerja siswa, Brosur, Foto/gambar;
Ø  Bahan ajar audio
Ø  Bahan ajar audiovisual
Ø  Bahan ajar interaktif
2.      Berdasarkan Cara Kerja
Ø  Bahan yang diproyeksikan
Ø  Bahan yang tidak diproyeksikan
Ø  Audio
Ø  Video
Ø  Media komputer
3.      Berdasarkan Sifatnya
Ø  Berbasis cetak
Ø  Berbasis teknologi
Ø  Yang dipergunakan untuk praktek dan proyek
Ø  Yang dibutuhkan untuk keperluan interaksi manusia
Penilaian Bahan Pengajaran
Salah satu bahan pengajaran yang dinilai adalah bahan pengajaran berdasarkan bentuk, pada bahan ajar cetak. Contoh pada modul pembelajaran materi segi empat.
Dalam penilaian bahan pembelajaran cetak terdapat beberapa aspek yang digunakan menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP):
1.      Kelayakan isi
2.      Kelayakan penyajian
3.      Kelayakan kegrafikaan
4.      Kelayakan bahasa

Ø  Format Penilaian Kelayakan Isi
Butir Penilaian
Deskrifsi
Kelengkapan materi
Materi yang disajikan mencakup materi yang terkandung dalam Standar Kompetensi (SK) yaitu memahami konsep segi empat serta menentukan ukurannya dan Kompetensi Dasar (KD) yaitu 1) mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang, dan 2) menghitung keliling dan luas persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
Keluasan materi
Materi yang disajikan mencerminkan jabaran yang mendukung pencapaian semua Kompetensi Dasar (KD).
Kedalaman materi
Materi yang disajikan mulai dari pengenalan konsep, definisi, prosedur, tampilan output, contoh, kasus, latihan, sampai dengan interaksi antar-konsep sesuai dengan tingkat pendidikan di Sekolah Menengah Pertama dan sesuai dengan yang diamanatkan oleh Kompetensi Dasar (KD).
Keakuratan konsep dan definisi.

Konsep dan definisi yang disajikan tidak menimbulkan banyak tafsir dan sesuai dengan konsep dan definisi yang berlaku dalam bidang/ilmu Geometri.
Keakuratan fakta dan data.

Fakta dan data yang disajikan sesuai dengan kenyataan dan efisien untuk meningkatkan pemahaman peserta didik.
Keakuratan contoh dan kasus.

Contoh dan kasus yang disajikan sesuai dengan kenyataan dan efisien untuk meningkatkan pemahaman peserta didik.
Keakuratan gambar, diagram, dan ilustrasi.

Gambar, diagram, dan ilustrasi yang disajikan sesuai dengan kenyataan dan efisien untuk meningkatkan pemahaman peserta didik
Keakuratan istilah.

Istilah-istilah teknis sesuai dengan kelaziman yang berlaku di bidang/ilmu Geometri.
Keakuratan, notasi, simbol, dan ikon.

Notasi, simbol, dan ikon disajikan secara benar menurut kelaziman yang digunakan dalam bidang/ilmu Geometri.
Keakuratan acuan pustaka.

Pustaka disajikan secara benar menurut kelaziman yang digunakan dalam bidang/ilmu Geometri.
Kesesuaian materi dengan. perkembangan ilmu Geometri.

Materi yang disajikan aktual yaitu sesuai dengan perkembangan keilmuan Geometri.
Contoh dan kasus dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh dan kasus aktual yaitu sesuai dengan perkembangan keilmuan Geometri dan terdapat dalam kehidupan sehari-hari.
Gambar, diagram dan ilustrasi dalam kehidupan sehari-hari.

Gambar, diagram dan ilustrasi diutamakan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari., namun juga dilengkapi penjelasan.
Menggunakan contoh kasus yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh dan kasus yang disajikan sesuai dengan situasi serta kondisi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Kemutakhiran pustaka.

Pustaka dipilih dalam kurun waktu 6 tahun terakhir.
Mendorong rasa ingin tahu.

Uraian, latihan atau contoh-contoh kasus yang disajikan mendorong peserta didik untuk mengerjakannya lebih jauh dan menumbuhkan kreativitas.
Menciptakan kemampuan bertanya

Uraian, latihan atau contoh-contoh kasus yang disajikan mendorong peserta didik untuk mengetahui materi lebih jauh.

Ø  Format Penilaian Kelayakan Penyajian
Butir Penilaian
Deskripsi
Konsistensi sistematika sajian dalam kegiatan belajar.

Sistematika penyajian dalam setiap kegiatan belajar taat asas (memiliki pendahuluan, isi dan penutup).
Keruntutan Konsep.

Penyajian konsep disajikan secara runtut mulai dari yang mudah ke sukar, dari yang konkret ke abstrak dan dari yang sederhana ke kompleks, dari yang dikenal sampai yang belum dikenal. Materi bagian sebelumnya bisa membantu pemahaman materi pada bagian selanjutnya.
Contoh-contoh soal dalam setiap kegiatan belajar.

Terdapat contoh-contoh soal yang dapat membantu menguatkan pemahaman konsep yang ada dalam materi.
Soal latihan pada setiap akhir kegiatan belajar.

Soal-soal yang diberikan dapat melatih kemampuan memahami dan menerapkan konsep yang berkaitan dengan materi dalam kegiatan belajar.
Kunci jawaban soal latihan.

Terdapat kunci jawaban dari soal latihan setiap akhir kegiatan belajar lengkap dengan caranya dan pedoman penskorannya.
Umpan balik soal latihan.

Terdapat kriteria penguasaan materi.
Pengantar.

Memuat informasi tentang peran modul dalam proses pembelajaran.
Glosarium.

Glosarium berisi istilah-istilah penting dalam teks dengan penjelasan arti istilah tersebut, dan ditulis alfabetis.
Daftar Pustaka.

Daftar buku yang digunakan sebagai bahan rujukan dalam penulisan modul diawali dengan nama pengarang (yang disusun secara alfabetis), tahun terbitan, judul buku / majalah / makalah / artikel , tempat, dan nama penerbit, nama dan lokasi situs internet serta tanggal akses situs (jika memakai acuan yang memiliki situs).
Rangkuman.

Rangkuman merupakan konsep kunci kegiatan belajar yang bersangkutan yang dinyatakan dengan kalimat ringkas dan jelas, memudahkan peserta didik memahami keseluruhan isi kegiatan belajar.
Keterlibatan peserta didik.

Penyajian materi bersifat interaktif dan partisipatif (ada bagian yang mengajak pembaca untuk berpartisipasi.
Ketertautan antar kegiatan belajar / sub kegiatan belajar/ alinea.

Penyampaian pesan antara sub kegiatan belajar dengan kegiatan belajar lain/sub kegiatan belajar dengan sub kegiatan belajar/antar alinea dalam sub kegiatan belajar yang berdekatan mencerminkan keruntutan dan keterkaitan isi.
Keutuhan makna dalam kegiatan belajar / sub kegiatan belajar/ alinea.

Pesan atau materi yang disajikan dalam satu kegiatan belajar / sub kegiatan belajar / alinea harus mencerminkan kesatuan tema.

Ø  Format Penilaian Kelayakan Kegrafikaan
Butir Penilaian
Deskripsi
Kesesuaian ukuran modul dengan standar ISO

Ukuran modul A4 (210 x 297 mm), A5 (148 x 210 mm), B5 (176 x 250 mm).
Kesesuaian ukuran dengan materi isi modul.

Pemilihan ukuran modul disesuaikan dengan materi isi modul berdasarkan bidang studi segi empat. Hal ini akan mempengaruhi tata letak bagian isi dan jumlah halaman modul.
Penampilan unsur tata letak pada sampul muka, belakang dan punggung secara harmonis memiliki memili irama dan kesatuan serta konsisten.

Desain sampul muka, punggung dan belakang merupakan suatu kesatuan yang utuh. Elemen warna, ilustrasi, dan tipografi ditampilkan secara harmonis dan saling terkait satu dan lainnya. Adanya kesesuaian dalam penempatan unsur tata letak pada bagian sampul maupun isi modul
berdasarkan pola yang telah ditetapkan dalam perencanaan awal modul. 

Menampilkan pusat pandang (center point) yang baik.

Sebagai daya tarik awal dari modul yang ditentukan oleh ketepatan dalam penempatan unsur/materi desain yang ingin ditampilkan atau ditonjolkan di antara unsur/materi desain lainnya sehingga memperjelas tampilan teks maupun ilustrasi dan elemen dekoratif lainnya.
Warna unsur tata letak harmonis dan memperjelas fungsi.

Memperhatikan tampilan warna secara keseluruhan yang dapat memberikan nuansa tertentu dan dapat memperjelas materi/isi modul.
Ukuran huruf judul modul lebih dominan dan proporsional dibandingkan ukuran modul, nama pengarang.

Warna judul modul kontras dengan warna latar belakang.
Judul modul harus dapat memberikan informasi secara cepat tentang materi isi modul berdasarkan bidang studi segi empat.

Judul modul ditampilkan lebih menonjol daripada warna latar belakangnya.
Tidak menggunakan terlalu banyak kombinasi jenis huruf.
Menggunakan dua jenis huruf agar lebih komunikatif dalam menyampaikan informasi yang disampaikan. Untuk membedakan dan mendapatkan kombinasi
tampilan huruf dapat menggunakan variasi dan seri huruf.
Menggambarkan isi/materi ajar dan mengungkapkan karakter obyek




Bentuk, warna, ukuran, proporsi obyek sesuai realita.
Dapat dengan cepat memberikan gambaran tentang materi ajar tertentu dan secara visual dapat mengungkap jenis ilustrasi yang ditampilkan berdasarkan materi ajarnya. (matematika, sejarah, kimia dlsb.).

Ditampilkan sesuai dengan bentuk, warna dan ukuran obyeknya sehingga tidak menimbulkan salah penafsiran maupun pengertian peserta didik (misalnya atap gedung dengan ukuran yang sesuai), warna yang digunakan sesuai sehingga tidak menimbulkan salah pemahaman dan penafsiran.
Penempatan unsur tata letak konsisten berdasarkan pola.





Pemisahan antar paragraf jelas.
 Penempatan unsur tata letak (judul, subjudul, kata pengantar, daftar isi, ilustrasi dll.) pada setiap awal kegiatan konsisten
 Penempatan unsur tata letak pada setiap halaman mengikuti pola, tata letak dan irama yang telah ditetapkan.

Susunan teks pada akhir paragraf terpisah dengan jelas, dapat berupa jarak (pada susunan teks rata kiri-kanan/blok) ataupun dengan inden (pada susunan teks dengan alenia).
Bidang cetak dan marjin
proporsional.



Marjin dua halaman yang
berdampingan proporsional.

Spasi antara teks dan ilustrasi sesuai
Penempatan unsur tata letak (judul, subjudul, teks, ilustrasi, keterangan gambar, nomor halaman) pada bidang cetak proporsional.

Susunan tata letak halaman berpengaruh terhadap tata letak halaman disebelahnya.

Merupakan kesatuan tampilan antara teks dengan ilustrasi dalam satu halaman.
Judul kegiatan belajar, subjudul kegiatan belajar, dan angka halaman/folio.








Ilustrasi dan keterangan gambar (caption).
 Judul kegiatan ditulis secara lengkap disertai dengan angka kegiatan belajar (Kegiatan Belajar 1, Kegiatan Belajar 2, Kegiatan Belajar 3, dst).
 Penulisan sub judul dan sub-sub judul disesuaikan dengan hierarki penyajian materi ajar.
 Penempatan nomor halaman disesuaikan dengan pola tata letak

 Mampu memperjelas penyajian materi baik dalam bentuk, ukuran yang proporsional serta warna yang menarik sesuai obyek aslinya.
 Keterangan gambar/legenda ditempatkan berdekatan dengan ilustrasi dengan ukuran lebih kecil daripada huruf teks.
Penempatan hiasan/ilustrasi sebagai latar belakang tidak mengganggu judul, teks, angka halaman.



Penempatan judul, subjudul, ilustrasi dan keterangan gambar tidak menggangu pemahaman.
Menempatkan hiasan/ilustrasi pada halaman sebagai latar belakang jangan sampai mengganggu kejelasan, penyampaian informasi pada teks, sehingga dapat menghambat pemahaman peserta didik.

Judul, sub judul, ilustrasi dan keterangan gambar ditempatkan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan sehingga tidak menimbulkan salah interpretasi terhadap materi yang disampaikan
Tidak menggunakan terlalu banyak jenis huruf.





Penggunaan variasi huruf (bold, italic, all capital, small capital) tidak berlebihan.




Lebar susunan teks normal







Spasi antar baris susunan teks
Normal


Spasi antar huruf (kerning) normal.
Maksimal menggunakan dua jenis huruf sehingga tidak mengganggu perserta didik dalam menyerap informasi yang
disampaikan. Untuk membedakan unsur teks dapat mempergunakan variasi dan seri huruf dari suatu keluarga huruf.

Digunakan untuk membedakan jenjang/ hirarki judul, dan subjudul serta memberikan tekanan pada susunan teks yang dianggap penting dalam bentuk tebal dan miring.

Sangat mempengaruhi tingkat keterbacaan susunan teks. Jumlah perkiraan untuk buku teks antara 45 – 75 karakter (sekitar 5-11 kata) termasuk tanda baca, spasi antar kata dan angka. Untuk modul sendiri tidak terlalu terikat dengan ketentuan lebar susunan teks.

Jarak spasi tidak terlalu lebar atau tidak terlalu sempit sehingga memudahkan dalam membaca.

Mempengaruhi tingkat keterbacaan susunan teks (tidak terlalu rapat atau terlalu renggang)
Jenjang / hierarki judul - judul jelas, konsisten dan proporsional.





Tanda pemotongan kata
(hyphenation).
Menunjukkan urutan/hierarki susunan teks secara berjenjang sehingga mudah
dipahami. Hierarki susunan teks dapat dibuat dengan perbedaan jenis huruf, ukuran huruf dan varisasi huruf (bold, italic, all capital, small caps).

Pemotong kata lebih dari 2 (dua) baris akan mengganggu keterbacaan susunan teks.
Mampu mengungkap makna/ arti dari objek.




Bentuk akurat dan proporsional sesuai dengan kenyataan.






Kreatif dan dinamis.
Berfungsi untuk memperjelas materi/teks sehingga mampu menambah pemahaman dan pengertian perserta didik pada informasi yang disampaikan.

 Bentuk dan ukuran ilustrasi harus realistis dan secara rinci dapat memberikan gambaran yang akurat tentang obyek yang dimaksud.
 Bentuk ilustrasi harus proporsional sehingga tidak menimbulkan salah tafsir peserta didik.

Menampilkan ilustrasi dari berbagai sudut pandang tidak hanya ditampilkan dalam tampak depan dan mampu divisualisasikan secara dinamis yang dapat menambah kedalaman pemahaman dan pengertian perserta didik.

Ø  Format Penilaian Kelayakan Bahasa
Butir Penilaian
Deskrifsi

Ketepatan struktur kalimat.

Kalimat yang digunakan mewakili isi pesan atau informasi yang ingin disampaikan dengan tetap mengikuti tata kalimat Bahasa Indonesia.
Keefektifan kalimat.

Kalimat yang digunakan sederhana dan langsung ke sasaran.
Kebakuan istilah.

Istilah yang digunakan sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia dan / atau adalah istilah teknis yang telah baku digunakan dalam Geometri.
Pemahaman terhadap pesan atau informasi.

Pesan atau informasi disampaikan dengan bahasa yang menarik dan lazim dalam komunikasi tulis Bahasa Indonesia.
Kemampuan memotivasi peserta didik.

Bahasa yang digunakan membangkitkan rasa senang ketika peserta didik membacanya dan mendorong mereka untuk mempelajari buku tersebut secara tuntas.
Kemampuan mendorong berpikir kritis.

Bahasa yang digunakan mampu merangsang peserta didik untuk mempertanyakan suatu hal lebih jauh, dan mencari jawabnya secara mandiri dari buku teks atau sumber informasi lain.
Kesesuaian dengan perkembangan intelektual peserta didik.

Bahasa yang digunakan dalam menjelaskan suatu konsep harus sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik.
Kesesuaian dengan tingkat perkembangan emosional peserta didik.

Bahasa yang digunakan sesuai dengan tingkat kematangan emosional peserta didik.
Ketepatan tata bahasa.

Tata kalimat yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengacu kepada kaidah tata Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Ketepatan ejaan.

Ejaan yang digunakan mengacu kepada pedoman Ejaan Yang Disempurnakan.
Konsistensi penggunaan istilah.

Penggunaan istilah yang menggambarkan suatu konsep harus konsisten antar-bagian dalam modul.
Konsistensi penggunaan simbol atau ikon.

Penggambaran simbol atau ikon harus konsisten antar-bagian dalam modul.

Instrumen Penilaian Bahan Pembelajaran
Judul Program             : Pengembangan Modul Pada Materi Segi Empat
Materi Pelajaran          : Matematika
Materi Pokok              : Segi Empat
Sasaran Program         : Siswa kelas VII Semester 2
Validator                     : …
Hari / tanggal              : …
Petunjuk Pengisian Lembar Penilaian!
Dimohon Bapak/Ibu dapat memberikan tanda “√” pada kolom skor penilaian.
Keterangan penilaian:
SK       = Sangat Kurang
K         = Kurang
B         = Baik
SB       = Sangat Baik
Ø  Penilaian Kelayakan Isi
Indikator Penilaian
Butir penilaian
Alternatif Pilihan
SK
K
B
SB
Kesesuaian Materi dengan SK dan KD
Kelengkapan materi




Keluasan materi




Kedalaman materi




Keakuratan Materi
Keakuratan konsep dan definisi




Keakuratan data dan fakta




Keakuratan contoh dan kasus




Keakuratan Gambar, diagram dan ilustrasi




Keakuratan istilah-istilah




Keakuratan notasi, simbol, dan ikon




Keakuratan acuan pustaka




Kemutakhiran Materi
Kesesuaian materi dengan perkembangan ilmu Geometri




Contoh dan kasus dalam kehidupan sehari-hari




Gambar, diagram dan ilustrasi dalam kehidupan sehari-hari




Menggunakan contoh kasus yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari




Kemutakhiran pustaka




Mendorong Keingintahuan
Mendorong rasa ingin tahu




Menciptakan kemampuan bertanya




Ø  Penilaian Kelayakan Penyajian
Indikator Penilaian
Butir penilaian
Alternatif Pilihan
SK
K
B
SB
Teknik Penyajian
Konsistensi sistematika sajian dalam kegiatan belajar




Keruntutan konsep




Pendukung Penyajian
Contoh-contoh soal dalam setiap kegiatan belajar




Soal latihan pada setiap akhir kegiatan belajar




Kunci jawaban soal latihan




Umpan balik soal latihan




Pengantar




Glosarium




Daftar Pustaka




Rangkuman




Penyajian Pembelajaran
Keterlibatan peserta didik




Koherensi dan Keruntutan Alur Pikir
Ketertautan antar kegiatan belajar / sub kegiatan belajar/ alinea




Keutuhan makna dalam kegiatan belajar / sub kegiatan belajar/ alenia




Ø  Penilaian Kegrafikaan
Indikator Penilaian
Butir penilaian
Alternatif Pilihan
SK
K
B
SB
Ukuran Modul
Kesesuaian ukuran modul dengan standar ISO




Kesesuaian ukuran dengan materi isi modul




Desain Sampul Modul (Cover)
Penampilan unsur tata letak pada sampul muka, belakang dan punggung secara harmonis memiliki irama dan kesatuan serta konsisten




Menampilkan pusat pandang (center point) yang baik




Warna unsur tata letak harmonis dan memperjelas fungsi




Huruf yang digunakan menarik dan mudah dibaca
-  Ukuran huruf judul modul lebih dominan dan proporsional dibandingkan ukuran modul, nama pengarang
-  Warna judul modul kontras dengan warna latar belakang




Tidak menggunakan terlalu banyak kombinasi jenis huruf




Ilustrasi Sampul Modul
-  Menggambarkan isi/materi ajar dan mengungkapkan karakter obyek
-  Bentuk, warna, ukuran, proporsi obyek sesuai realita




Desain Isi Modul
Konsistensi Tata Letak
-    Penempatan unsur tata letak konsisten berdasarkan pola
-    Pemisahan antar paragraf jelas




Unsur Tata Letak Harmonis
-    Bidang cetak dan marjin proporsional
-    Marjin dua halaman yang berdampingan proporsional
-    Spasi antara teks dan ilustrasi sesuai




Unsur Tata Letak Lengkap
-    Judul kegiatan belajar, subjudul kegiatan belajar, dan angka halaman/folio
-    Ilustrasi dan keterangan gambar (caption)




Tata Letak Mempercepat Halaman
-  Penempatan hiasan/ilustrasi sebagai latar belakang tidak mengganggu judul, teks, angka halaman
-  Penempatan judul, subjudul, ilustrasi, dan keterangan gambar tidak menggangu pemahaman




Tipografi Isi Modul Sederhana
-    Tidak menggunakan terlalu banyak jenis huruf
-    Penggunaan variasi huruf (bold, italic, all capital, small capital) tidak berlebihan
-    Lebar susunan teks normal
-    Spasi antar baris susunan teks normal
-    Spasi antar huruf (kerning) normal




Tipografi Isi Modul Memudahkan Pemahaman
-    Jenjang/hierarki judul-judul jelas, konsisten dan proporsional
-    Tanda pemotongan kata (hyphenation)




Ilustrasi Isi
-  Mampu mengungkap makna/ arti dari objek
-  Bentuk akurat dan proporsional sesuai dengan kenyataan
-  Kreatif dan dinamis




Ø  Penilaian Kelayakan Bahasa
Indikator Penilaian
Butir penilaian
Alternatif Pilihan
SK
K
B
SB
Lugas
Ketepatan struktur kalimat




Keefektifan kalimat




Kebakuan istilah




Komunikatif
Pemahaman terhadap pesan atau informasi




Dialogis dan Interaktif
Kemampuan memotivasi peserta didik




Kemampuan mendorong berpikir kritis




Kesesuaian dengan Perkembangan Peserta didik
Kesesuaian dengan perkembangan intelektual peserta didik




Kesesuaian dengan tingkat perkembangan emosional peserta didik




Kesesuaian dengan Kaidah Bahasa
Ketepatan tata bahasa




Ketepatan ejaan




Penggunaan istilah, simbol, atau ikon
Konsistensi penggunaan istilah




Konsistensi penggunaan simbol atau ikon





Bagian Yang Salah
Jenis Kesalahan
Saran Untuk Perbaikan











Kesimpulan
Modul pembelajaran ini dinyatakan:
1.      Layak diujicobakan di lapangan tanpa ada revisi
2.      Layak diujicobakan di lapangan dengan revisi
3.      Tidak layak diujicobakan di lapangan.

Instrumen Penilaian Bahan Pembelajaran
Ø  Penilaian Respon Siswa
Program                       : Pengembangan Modul Pada Materi Segi Empat
Materi Pelajaran          : Matematika
Materi Pokok              : Segi Empat
Sasaran Program         : Siswa kelas VII Semester 2
Nama Siswa                : …
Hari / tanggal              : …
Petunjuk Pengisian Lembar Respon Siswa.
Lembar respon ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat para siswa tentang “Modul Matematika Segi Empat Untuk Kelas VII”. Pendapat dari para siswa akan sangat bermanfaat untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas modul ini. Untuk itu kami mohon para siswa dapat memberikan tanda “√” di bawah kolom skor penilaian berikut sesuai dengan pendapat masing-masing.
Keterangan:
STS     = Sangat Tidak Setuju
TS        = Tidak Setuju
S          = Setuju
SS        = Sangat Setuju
Pertanyaan
Alternatif Pilihan
STS
TS
S
SS
Modul ini menjelaskan suatu konsep menggunakan ilustrasi masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.




Modul ini menggunakan contoh-contoh soal yang berkaitan dengan masalah kehidupan sehari-hari.




Penyajian materi dalam modul dimulai dari yang mudah ke sukar dan dari yang konkret ke abstrak.




Dalam modul ini terdapat beberapa bagian untuk saya menemukan konsep sendiri.




Modul ini memuat pertanyaan-pertanyaan yang mendorong saya untuk berfikir.




Penyajian materi dalam modul ini mendorong saya untuk berdiskusi dengan teman-teman yang lain.




Materi modul ini mendorong keingintahuan saya.




Modul ini mendorong saya untuk merangkum materi sendiri pada kolom “Refleksi”.




Modul ini memuat tes formatif yang dapat menguji seberapa jauh pemahaman saya tentang materi segi empat.




Kalimat dan paragraf yang digunakan dalam modul ini jelas dan mudah dipahami.




Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dimengerti.




Huruf yang digunakan sederhana dan mudah dibaca.




Tampilan modul ini menarik.




Modul ini membuat saya senang mempelajari matematika.




Dengan menggunakan modul ini dapat menambah keinginan untuk belajar.




Dengan menggunakan modul ini membuat belajar saya lebih terarah dan runtut.




Dengan adanya ilustrasi di setiap awal materi dapat memberikan motivasi untuk mempelajari materi.




Dengan menggunakan modul ini dapat membuat belajar matematika tidak membosankan.





Ø  Penilaian Guru
Tujuan : Untuk mengetahui tanggapan guru terhadap penggunaan modul dalam pembelajaran
Responden : Guru Matematika
1.      Bagaimana proses pembelajaran matematika di kelas dengan menggunakan bahan ajar modul Segi Empat?
2.      Apakah bahan ajar modul membantu siswa dalam memahami materi Segi Empat?
3.      Bagaimana minat dan respon siswa terhadap bahan ajar modul tersebut?
4.      Apakah terdapat kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan bahan ajar modul tersebut?
5.      Apa kesan dan saran bagi pengembangan bahan ajar modul selanjutnya?
6.      Bagaimana kualitas bahan ajar modul yang sudah diterapkan di kelas?
7.      Adakah keinginan Bapak/Ibu guru untuk menggunakan bahan ajar modul lagi dalam proses pembelajaran di kelas?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RUBRIK PENILAIAN AFEKTIF DAN PSIKOMOTOR DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

RUBRIK PENILAIAN AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK  Adapun asfek yang dinilai: 1.       Asfek Afektif (berdasarkan Karthwohl) meliputi: ...