KOMPONEN POKOK PENILAIAN
PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DAN PENGEMBANGAN INSTRUMENNYA
Pendahuluan
Penilaian adalah mengambil suatu keputusan terhadap
sesuatu dengan ukuran baik dan buruk. Penilaian proses pembelajaran dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung.
Penilaian proses merupakan penilaian yang menitik beratkan sasaran penilaian
pada tingkat efektifitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian
tujuan pengajaran, menyangkut penilaian terhadap kegiatan
guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses
belajar mengajar.
Penilaian proses belajar berkaitan
dengan paradigma bahwa dalam kegiatan belajar kegiatan utama terletak pada
siswa, siswa yang secara dominan berkegiatan belajar mandiri dan guru hanya
melakukan pembimbingan. Dalam
konteks ini guru harus memantau berbagai kegiatan siswa dalam proses belajar tersebut setiap pertemuan. Sedangkan untuk
mengukur hasil belajar dilakukan ulangan harian, tengah semester, dan akhir
semester.
Di samping ujian, ada berbagai bentuk dan teknik yang bisa dilakukan dalam
penilaian kelas, yaitu penilaian kinerja (performance),
penilaian penugasan (proyek atau project), penilaian hasil kerja (produk atau peoduct), penilaian tertulis (paper
dan pen), penilaian portopolio (portofolio), Checklist, dan penilaian sikap.
Tindak lanjut dari penilaian proses pembelajaran (jika memperoleh hasil
yang kurang memuaskan) dengan dilakukannya Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Seorang guru berusaha mendiagnosa
penyebab kesulisan siswa dalam proses belajar, pada nantinya akan menemukan suatu cara atau solusi
permasalahan tersebut.
Tujuan Penialaian Proses Pembelajaran
Dalam
penilaian hasil belajar lebih ditekankan pada derajat penguasaan tujuan
pengajaran (instruksional) oleh para siswa, sedangkan pada tujuan penilaian
proses pembelajaran lebih ditekankan pada perbaikan dan pengoptimalan kegiatan
pembelajaran itu sendiri, terutama efesiensi, efektif dan produktifitasnya
dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Komponen
Penilaian Proses Pembelajaran
Dalam penilaian proses pembelajaran
terdapat komponen-komponen yang
membentuk proses pembelajaran dan
keterkaitan atau hubungan diantara komponen-komponen tersebut. Aspek-aspek yang dinilai dari komponen tersebut setidaknya mencakup beberapa hal:
1.
Komponen
Tujuan Instruksional
Meliputi aspek-aspek
ruang lingkup tujuan, abilitas yang terkandung didalamnya, rumusan tujuan, kesesuaian dengan kemampuan siswa, jumlah dan waktu yang tersedia untuk
mencapainya, kesesuaian dengan kurikulum yang berlaku, keterlaksanaan dalam
pengajaran.
2.
Komponen
Bahan Pengajaran
Meliputi kesesuaian
dngan tujuan, tingkat kesulitan bahan kemudahan memperoleh dan mempelajarinya,
daya gunanya bagi siswa, keterlaksanaan sesuai dengan waktu yang tersedia,
sumber-sumber untuk mempelajarinya, cara mempelajarinya, kesinambungan bahan,
relevansi bahan dengan kebutuhan siswa, prasyarat mempelajarinya.
3.
Komponen
Siswa
Meliputi kemampuan
prasyarat, minat dan perhatian, motivasi, sikap, cara belajar yang dimiliki,
hubungan sosialisasi dengan teman sekelas, masalah belajar yang dihadapi,
karakteristik dan kepribadian, kebutuhan belajar, indetitas siswa dan keluarganya
yang erat kaitannya dengan pendidikan di sekolah.
4.
Komponen
Guru
Meliputi penguasaan
mata pelajaran, keterampilan mengajar, sikap keguruan, pengalaman engajar, cara
mengajar, cara menilai, kemauan mengembangkan profesinya, keterampilan
berkomunikasi, kepribadian , kemampuan dan kemauaan memberikan bantuan dan
bimbingan kepada siswa, hubungan dengan siswa dan rekan sejawatnya, penampilan
dirinya, keterampilan lain yang diperlukan.
5.
Komponen
Alat dan Sumber Belajar
Meliputi jenis alat dan jumlahnya, daya guna, kemudahan pengadaanya, kelengkapannya,
maanfaatnya bagi siswa dan guru, cara pengunaanya. Dalam alat dan sumber
belajar ini termasuk alat peraga, buku sumber, laboratorium dan perlengkapan
belajar lainya.
6.
Komponen
Penilaian
Meliputi jenis alat penilaian yang digunakan, isi dan rumusan pertayaan, pemeriksaan
dan interprestasinya, sistem penilaian yang digunakan, pelaksanaan penilaian,
tindak lanjut hasil penilaian, pemanfaatan hasil penilaian, administrasi
penilaian, tingkat kesulitan soal, validitas dan reliabilitas soal penilaian,
daya pembeda, frekuensi penilaian dan perencanaan penilaian.
Komponen Bahan Pengajaran
Bahan pengajaran atau
bahan ajar merupakan salah satu sumber pengetahuan bagi siswa/mahasiswa di
sekolah maupun di perguruan tinggi yang merupakan sarana yang sangat penting
untuk menunjang proses kegiatan pembelajaran. Bahan ajar sangat menentukan
keberhasilan pendidikan dalam menentukan pelajaran. Oleh karena itu bahan ajar
yang baik juga dapat membimbing dan mengarahkan proses siswa/mahasiswa
juga dapat membimbing dan mengarahkan proses belajar mengajar di kelas ke arah
proses pembelajaran yang bermutu.
Dengan demikian setiap bahan ajar harus memiliki standar yang sesuai dengan
tujuan dari bahan ajar tersebut, yaitu sesuai dengan jenjang pendidikan,
psikologi perkembangan siswa, kebutuhan dan tuntutan kurikulum, serta
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Jenis bahan pengajaran dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
1.
Berdasarkan Bentuk
Ø Bahan ajar
cetak: Handout, Buku teks, Modul, Lembar kerja siswa, Brosur, Foto/gambar;
Ø Bahan ajar
audio
Ø Bahan ajar
audiovisual
Ø Bahan ajar
interaktif
2.
Berdasarkan Cara Kerja
Ø Bahan yang
diproyeksikan
Ø Bahan yang
tidak diproyeksikan
Ø Audio
Ø Video
Ø Media
komputer
3.
Berdasarkan Sifatnya
Ø Berbasis
cetak
Ø Berbasis
teknologi
Ø Yang
dipergunakan untuk praktek dan proyek
Ø Yang dibutuhkan
untuk keperluan interaksi manusia
Penilaian
Bahan Pengajaran
Salah satu bahan pengajaran yang dinilai adalah bahan pengajaran
berdasarkan bentuk, pada bahan ajar cetak. Contoh pada modul pembelajaran
materi segi empat.
Dalam penilaian bahan pembelajaran cetak terdapat beberapa aspek yang
digunakan menurut Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP):
1.
Kelayakan isi
2.
Kelayakan penyajian
3.
Kelayakan kegrafikaan
4.
Kelayakan bahasa
Ø Format Penilaian
Kelayakan Isi
|
Butir Penilaian
|
Deskrifsi
|
|
Kelengkapan
materi
|
Materi yang
disajikan mencakup materi yang terkandung dalam Standar Kompetensi (SK) yaitu
memahami konsep segi empat serta menentukan ukurannya dan Kompetensi Dasar
(KD) yaitu 1) mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi,
trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang, dan 2) menghitung
keliling dan luas persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah
ketupat dan layang-layang serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.
|
|
Keluasan
materi
|
Materi yang
disajikan mencerminkan jabaran yang mendukung pencapaian semua Kompetensi
Dasar (KD).
|
|
Kedalaman
materi
|
Materi yang disajikan mulai dari
pengenalan konsep, definisi, prosedur, tampilan output, contoh, kasus,
latihan, sampai dengan interaksi antar-konsep sesuai dengan tingkat
pendidikan di Sekolah Menengah Pertama dan sesuai dengan yang diamanatkan
oleh Kompetensi Dasar (KD).
|
|
Keakuratan konsep dan definisi.
|
Konsep dan definisi yang
disajikan tidak menimbulkan banyak tafsir dan sesuai dengan konsep dan
definisi yang berlaku dalam bidang/ilmu Geometri.
|
|
Keakuratan fakta dan data.
|
Fakta dan data yang disajikan
sesuai dengan kenyataan dan efisien untuk meningkatkan pemahaman peserta
didik.
|
|
Keakuratan contoh dan kasus.
|
Contoh dan kasus yang disajikan
sesuai dengan kenyataan dan efisien untuk meningkatkan pemahaman peserta
didik.
|
|
Keakuratan gambar, diagram, dan ilustrasi.
|
Gambar, diagram, dan ilustrasi
yang disajikan sesuai dengan kenyataan dan efisien untuk meningkatkan
pemahaman peserta didik
|
|
Keakuratan istilah.
|
Istilah-istilah teknis sesuai
dengan kelaziman yang berlaku di bidang/ilmu Geometri.
|
|
Keakuratan, notasi, simbol, dan ikon.
|
Notasi, simbol, dan ikon
disajikan secara benar menurut kelaziman yang digunakan dalam bidang/ilmu
Geometri.
|
|
Keakuratan acuan pustaka.
|
Pustaka disajikan secara benar
menurut kelaziman yang digunakan dalam bidang/ilmu Geometri.
|
|
Kesesuaian materi dengan. perkembangan ilmu Geometri.
|
Materi yang disajikan aktual
yaitu sesuai dengan perkembangan keilmuan Geometri.
|
|
Contoh dan kasus dalam kehidupan sehari-hari.
|
Contoh dan kasus aktual yaitu
sesuai dengan perkembangan keilmuan Geometri dan terdapat dalam kehidupan
sehari-hari.
|
|
Gambar, diagram dan ilustrasi dalam kehidupan sehari-hari.
|
Gambar, diagram dan ilustrasi
diutamakan yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari., namun juga dilengkapi
penjelasan.
|
|
Menggunakan contoh kasus yang terdapat dalam kehidupan
sehari-hari.
|
Contoh dan kasus yang disajikan
sesuai dengan situasi serta kondisi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
|
|
Kemutakhiran pustaka.
|
Pustaka dipilih dalam kurun waktu
6 tahun terakhir.
|
|
Mendorong rasa ingin tahu.
|
Uraian, latihan atau
contoh-contoh kasus yang disajikan mendorong peserta didik untuk
mengerjakannya lebih jauh dan menumbuhkan kreativitas.
|
|
Menciptakan kemampuan bertanya
|
Uraian, latihan atau
contoh-contoh kasus yang disajikan mendorong peserta didik untuk mengetahui
materi lebih jauh.
|
Ø Format
Penilaian Kelayakan Penyajian
|
Butir Penilaian
|
Deskripsi
|
|
Konsistensi sistematika sajian dalam kegiatan belajar.
|
Sistematika penyajian dalam
setiap kegiatan belajar taat asas (memiliki pendahuluan, isi dan penutup).
|
|
Keruntutan Konsep.
|
Penyajian konsep disajikan secara
runtut mulai dari yang mudah ke sukar, dari yang konkret ke abstrak dan dari
yang sederhana ke kompleks, dari yang dikenal sampai yang belum dikenal.
Materi bagian sebelumnya bisa membantu pemahaman materi pada bagian
selanjutnya.
|
|
Contoh-contoh soal dalam setiap kegiatan belajar.
|
Terdapat contoh-contoh soal yang
dapat membantu menguatkan pemahaman konsep yang ada dalam materi.
|
|
Soal latihan pada setiap akhir kegiatan belajar.
|
Soal-soal yang diberikan dapat
melatih kemampuan memahami dan menerapkan konsep yang berkaitan dengan materi
dalam kegiatan belajar.
|
|
Kunci jawaban soal latihan.
|
Terdapat kunci jawaban dari soal
latihan setiap akhir kegiatan belajar lengkap dengan caranya dan pedoman
penskorannya.
|
|
Umpan balik soal latihan.
|
Terdapat kriteria penguasaan
materi.
|
|
Pengantar.
|
Memuat informasi tentang peran
modul dalam proses pembelajaran.
|
|
Glosarium.
|
Glosarium berisi istilah-istilah
penting dalam teks dengan penjelasan arti istilah tersebut, dan ditulis
alfabetis.
|
|
Daftar Pustaka.
|
Daftar buku yang digunakan
sebagai bahan rujukan dalam penulisan modul diawali dengan nama pengarang
(yang disusun secara alfabetis), tahun terbitan, judul buku / majalah /
makalah / artikel , tempat, dan nama penerbit, nama dan lokasi situs internet
serta tanggal akses situs (jika memakai acuan yang memiliki situs).
|
|
Rangkuman.
|
Rangkuman merupakan konsep kunci
kegiatan belajar yang bersangkutan yang dinyatakan dengan kalimat ringkas dan
jelas, memudahkan peserta didik memahami keseluruhan isi kegiatan belajar.
|
|
Keterlibatan peserta didik.
|
Penyajian materi bersifat
interaktif dan partisipatif (ada bagian yang mengajak pembaca untuk
berpartisipasi.
|
|
Ketertautan antar kegiatan belajar / sub kegiatan belajar/
alinea.
|
Penyampaian pesan antara sub
kegiatan belajar dengan kegiatan belajar lain/sub kegiatan belajar dengan sub
kegiatan belajar/antar alinea dalam sub kegiatan belajar yang berdekatan
mencerminkan keruntutan dan keterkaitan isi.
|
|
Keutuhan makna dalam kegiatan belajar / sub kegiatan
belajar/ alinea.
|
Pesan atau materi yang disajikan
dalam satu kegiatan belajar / sub kegiatan belajar / alinea harus
mencerminkan kesatuan tema.
|
Ø Format
Penilaian Kelayakan Kegrafikaan
|
Butir Penilaian
|
Deskripsi
|
|
Kesesuaian ukuran modul dengan standar ISO
|
Ukuran modul A4 (210 x 297 mm),
A5 (148 x 210 mm), B5 (176 x 250 mm).
|
|
Kesesuaian ukuran dengan materi isi modul.
|
Pemilihan ukuran modul
disesuaikan dengan materi isi modul berdasarkan bidang studi segi empat. Hal
ini akan mempengaruhi tata letak bagian isi dan jumlah halaman modul.
|
|
Penampilan unsur tata letak pada sampul muka, belakang dan
punggung secara harmonis memiliki memili irama dan kesatuan serta konsisten.
|
Desain sampul muka, punggung dan
belakang merupakan suatu kesatuan yang utuh. Elemen warna, ilustrasi, dan
tipografi ditampilkan secara harmonis dan saling terkait satu dan lainnya.
Adanya kesesuaian dalam penempatan unsur tata letak pada bagian sampul maupun
isi modul
berdasarkan pola yang telah
ditetapkan dalam perencanaan awal modul.
|
|
Menampilkan pusat pandang
(center point) yang baik.
|
Sebagai daya tarik awal dari
modul yang ditentukan oleh ketepatan dalam penempatan unsur/materi desain
yang ingin ditampilkan atau ditonjolkan di antara unsur/materi desain lainnya
sehingga memperjelas tampilan teks maupun ilustrasi dan elemen dekoratif
lainnya.
|
|
Warna unsur tata letak
harmonis dan memperjelas fungsi.
|
Memperhatikan tampilan warna
secara keseluruhan yang dapat memberikan nuansa tertentu dan dapat
memperjelas materi/isi modul.
|
|
Ukuran huruf judul modul
lebih dominan dan proporsional dibandingkan ukuran modul, nama pengarang.
Warna judul modul kontras
dengan warna latar belakang.
|
Judul modul harus dapat
memberikan informasi secara cepat tentang materi isi modul berdasarkan bidang
studi segi empat.
Judul modul ditampilkan lebih
menonjol daripada warna latar belakangnya.
|
|
Tidak menggunakan terlalu
banyak kombinasi jenis huruf.
|
Menggunakan dua jenis huruf agar
lebih komunikatif dalam menyampaikan informasi yang disampaikan. Untuk
membedakan dan mendapatkan kombinasi
tampilan huruf dapat menggunakan
variasi dan seri huruf.
|
|
Menggambarkan isi/materi ajar
dan mengungkapkan karakter obyek
Bentuk, warna, ukuran,
proporsi obyek sesuai realita.
|
Dapat dengan cepat memberikan
gambaran tentang materi ajar tertentu dan secara visual dapat mengungkap
jenis ilustrasi yang ditampilkan berdasarkan materi ajarnya. (matematika,
sejarah, kimia dlsb.).
Ditampilkan sesuai dengan bentuk,
warna dan ukuran obyeknya sehingga tidak menimbulkan salah penafsiran maupun
pengertian peserta didik (misalnya atap gedung dengan ukuran yang sesuai),
warna yang digunakan sesuai sehingga tidak menimbulkan salah pemahaman dan
penafsiran.
|
|
Penempatan unsur tata letak
konsisten berdasarkan pola.
Pemisahan antar paragraf
jelas.
|
Penempatan unsur tata letak
(judul, subjudul, kata pengantar, daftar isi, ilustrasi dll.) pada setiap
awal kegiatan konsisten
Penempatan unsur tata letak
pada setiap halaman mengikuti pola, tata letak dan irama yang telah
ditetapkan.
Susunan teks pada akhir paragraf
terpisah dengan jelas, dapat berupa jarak (pada susunan teks rata
kiri-kanan/blok) ataupun dengan inden (pada susunan teks dengan alenia).
|
|
Bidang cetak dan marjin
proporsional.
Marjin dua halaman yang
berdampingan proporsional.
Spasi antara teks dan
ilustrasi sesuai
|
Penempatan unsur tata letak
(judul, subjudul, teks, ilustrasi, keterangan gambar, nomor halaman) pada
bidang cetak proporsional.
Susunan tata letak halaman
berpengaruh terhadap tata letak halaman disebelahnya.
Merupakan kesatuan tampilan
antara teks dengan ilustrasi dalam satu halaman.
|
|
Judul kegiatan belajar,
subjudul kegiatan belajar, dan angka halaman/folio.
Ilustrasi dan keterangan
gambar (caption).
|
Judul kegiatan ditulis secara
lengkap disertai dengan angka kegiatan belajar (Kegiatan Belajar 1, Kegiatan
Belajar 2, Kegiatan Belajar 3, dst).
Penulisan sub judul dan sub-sub
judul disesuaikan dengan hierarki penyajian materi ajar.
Penempatan nomor halaman
disesuaikan dengan pola tata letak
Mampu memperjelas penyajian
materi baik dalam bentuk, ukuran yang proporsional serta warna yang menarik
sesuai obyek aslinya.
Keterangan gambar/legenda
ditempatkan berdekatan dengan ilustrasi dengan ukuran lebih kecil daripada
huruf teks.
|
|
Penempatan hiasan/ilustrasi
sebagai latar belakang tidak mengganggu judul, teks, angka halaman.
Penempatan judul, subjudul,
ilustrasi dan keterangan gambar tidak menggangu pemahaman.
|
Menempatkan hiasan/ilustrasi pada
halaman sebagai latar belakang jangan sampai mengganggu kejelasan,
penyampaian informasi pada teks, sehingga dapat menghambat pemahaman peserta didik.
Judul, sub judul, ilustrasi dan
keterangan gambar ditempatkan sesuai dengan pola yang telah ditetapkan
sehingga tidak menimbulkan salah interpretasi terhadap materi yang
disampaikan
|
|
Tidak menggunakan terlalu
banyak jenis huruf.
Penggunaan variasi huruf
(bold, italic, all capital, small capital) tidak berlebihan.
Lebar susunan teks normal
Spasi antar baris susunan
teks
Normal
Spasi antar huruf (kerning)
normal.
|
Maksimal menggunakan dua jenis
huruf sehingga tidak mengganggu perserta didik dalam menyerap informasi yang
disampaikan. Untuk membedakan
unsur teks dapat mempergunakan variasi dan seri huruf dari suatu keluarga
huruf.
Digunakan untuk membedakan
jenjang/ hirarki judul, dan subjudul serta memberikan tekanan pada susunan
teks yang dianggap penting dalam bentuk tebal dan miring.
Sangat mempengaruhi tingkat
keterbacaan susunan teks. Jumlah perkiraan untuk buku teks antara 45 – 75
karakter (sekitar 5-11 kata) termasuk tanda baca, spasi antar kata dan angka.
Untuk modul sendiri tidak terlalu terikat dengan ketentuan lebar susunan
teks.
Jarak spasi tidak terlalu lebar
atau tidak terlalu sempit sehingga memudahkan dalam membaca.
Mempengaruhi tingkat keterbacaan
susunan teks (tidak terlalu rapat atau terlalu renggang)
|
|
Jenjang / hierarki judul -
judul jelas, konsisten dan proporsional.
Tanda pemotongan kata
(hyphenation).
|
Menunjukkan urutan/hierarki
susunan teks secara berjenjang sehingga mudah
dipahami. Hierarki susunan teks
dapat dibuat dengan perbedaan jenis huruf, ukuran huruf dan varisasi huruf (bold,
italic, all capital, small caps).
Pemotong kata lebih dari 2 (dua)
baris akan mengganggu keterbacaan susunan teks.
|
|
Mampu mengungkap makna/ arti
dari objek.
Bentuk akurat dan
proporsional sesuai dengan kenyataan.
Kreatif dan dinamis.
|
Berfungsi untuk memperjelas
materi/teks sehingga mampu menambah pemahaman dan pengertian perserta didik
pada informasi yang disampaikan.
Bentuk dan ukuran ilustrasi
harus realistis dan secara rinci dapat memberikan gambaran yang akurat
tentang obyek yang dimaksud.
Bentuk ilustrasi harus
proporsional sehingga tidak menimbulkan salah tafsir peserta didik.
Menampilkan ilustrasi dari
berbagai sudut pandang tidak hanya ditampilkan dalam tampak depan dan mampu
divisualisasikan secara dinamis yang dapat menambah kedalaman pemahaman dan
pengertian perserta didik.
|
Ø Format
Penilaian Kelayakan Bahasa
|
Butir Penilaian
|
Deskrifsi
|
|
Ketepatan
struktur kalimat.
|
Kalimat
yang digunakan mewakili isi pesan atau informasi yang ingin disampaikan
dengan tetap mengikuti tata kalimat Bahasa Indonesia.
|
|
Keefektifan
kalimat.
|
Kalimat
yang digunakan sederhana dan langsung ke sasaran.
|
|
Kebakuan
istilah.
|
Istilah
yang digunakan sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia dan / atau adalah
istilah teknis yang telah baku digunakan dalam Geometri.
|
|
Pemahaman
terhadap pesan atau informasi.
|
Pesan
atau informasi disampaikan dengan bahasa yang menarik dan lazim dalam
komunikasi tulis Bahasa Indonesia.
|
|
Kemampuan
memotivasi peserta didik.
|
Bahasa
yang digunakan membangkitkan rasa senang ketika peserta didik membacanya dan
mendorong mereka untuk mempelajari buku tersebut secara tuntas.
|
|
Kemampuan
mendorong berpikir kritis.
|
Bahasa
yang digunakan mampu merangsang peserta didik untuk mempertanyakan suatu hal
lebih jauh, dan mencari jawabnya secara mandiri dari buku teks atau sumber
informasi lain.
|
|
Kesesuaian
dengan perkembangan intelektual peserta didik.
|
Bahasa
yang digunakan dalam menjelaskan suatu konsep harus sesuai dengan tingkat
perkembangan kognitif peserta didik.
|
|
Kesesuaian
dengan tingkat perkembangan emosional peserta didik.
|
Bahasa
yang digunakan sesuai dengan tingkat kematangan emosional peserta didik.
|
|
Ketepatan tata
bahasa.
|
Tata
kalimat yang digunakan untuk menyampaikan pesan mengacu kepada kaidah tata
Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
|
|
Ketepatan
ejaan.
|
Ejaan
yang digunakan mengacu kepada pedoman Ejaan Yang Disempurnakan.
|
|
Konsistensi
penggunaan istilah.
|
Penggunaan
istilah yang menggambarkan suatu konsep harus konsisten antar-bagian dalam
modul.
|
|
Konsistensi
penggunaan simbol atau ikon.
|
Penggambaran
simbol atau ikon harus konsisten antar-bagian dalam modul.
|
Instrumen Penilaian Bahan Pembelajaran
Judul Program : Pengembangan Modul Pada Materi
Segi Empat
Materi
Pelajaran : Matematika
Materi
Pokok : Segi Empat
Sasaran
Program : Siswa kelas VII Semester
2
Validator : …
Hari
/ tanggal : …
Petunjuk
Pengisian Lembar Penilaian!
Dimohon
Bapak/Ibu dapat memberikan tanda “√” pada kolom skor penilaian.
Keterangan
penilaian:
SK =
Sangat Kurang
K =
Kurang
B =
Baik
SB = Sangat Baik
Ø Penilaian Kelayakan
Isi
|
Indikator
Penilaian
|
Butir
penilaian
|
Alternatif
Pilihan
|
|||
|
SK
|
K
|
B
|
SB
|
||
|
Kesesuaian Materi dengan SK dan KD
|
Kelengkapan materi
|
|
|
|
|
|
Keluasan materi
|
|
|
|
|
|
|
Kedalaman materi
|
|
|
|
|
|
|
Keakuratan Materi
|
Keakuratan
konsep dan definisi
|
|
|
|
|
|
Keakuratan
data dan fakta
|
|
|
|
|
|
|
Keakuratan
contoh dan kasus
|
|
|
|
|
|
|
Keakuratan
Gambar, diagram dan ilustrasi
|
|
|
|
|
|
|
Keakuratan
istilah-istilah
|
|
|
|
|
|
|
Keakuratan
notasi, simbol, dan ikon
|
|
|
|
|
|
|
Keakuratan
acuan pustaka
|
|
|
|
|
|
|
Kemutakhiran Materi
|
Kesesuaian
materi dengan perkembangan ilmu Geometri
|
|
|
|
|
|
Contoh
dan kasus dalam kehidupan sehari-hari
|
|
|
|
|
|
|
Gambar,
diagram dan ilustrasi dalam kehidupan sehari-hari
|
|
|
|
|
|
|
Menggunakan
contoh kasus yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari
|
|
|
|
|
|
|
Kemutakhiran
pustaka
|
|
|
|
|
|
|
Mendorong Keingintahuan
|
Mendorong rasa ingin tahu
|
|
|
|
|
|
Menciptakan kemampuan
bertanya
|
|
|
|
|
|
Ø Penilaian
Kelayakan Penyajian
|
Indikator
Penilaian
|
Butir
penilaian
|
Alternatif
Pilihan
|
|||
|
SK
|
K
|
B
|
SB
|
||
|
Teknik Penyajian
|
Konsistensi sistematika sajian
dalam kegiatan belajar
|
|
|
|
|
|
Keruntutan konsep
|
|
|
|
|
|
|
Pendukung Penyajian
|
Contoh-contoh
soal dalam setiap kegiatan belajar
|
|
|
|
|
|
Soal
latihan pada setiap akhir kegiatan belajar
|
|
|
|
|
|
|
Kunci
jawaban soal latihan
|
|
|
|
|
|
|
Umpan
balik soal latihan
|
|
|
|
|
|
|
Pengantar
|
|
|
|
|
|
|
Glosarium
|
|
|
|
|
|
|
Daftar
Pustaka
|
|
|
|
|
|
|
Rangkuman
|
|
|
|
|
|
|
Penyajian Pembelajaran
|
Keterlibatan peserta didik
|
|
|
|
|
|
Koherensi dan Keruntutan Alur Pikir
|
Ketertautan
antar kegiatan belajar / sub kegiatan belajar/ alinea
|
|
|
|
|
|
Keutuhan
makna dalam kegiatan belajar / sub kegiatan belajar/ alenia
|
|
|
|
|
|
Ø Penilaian
Kegrafikaan
|
Indikator
Penilaian
|
Butir
penilaian
|
Alternatif
Pilihan
|
|||
|
SK
|
K
|
B
|
SB
|
||
|
Ukuran Modul
|
Kesesuaian ukuran modul dengan standar ISO
|
|
|
|
|
|
Kesesuaian ukuran dengan materi isi modul
|
|
|
|
|
|
|
Desain Sampul Modul (Cover)
|
Penampilan unsur tata letak pada sampul muka, belakang dan
punggung secara harmonis memiliki irama dan kesatuan serta konsisten
|
|
|
|
|
|
Menampilkan pusat pandang (center point) yang baik
|
|
|
|
|
|
|
Warna unsur tata letak harmonis dan memperjelas fungsi
|
|
|
|
|
|
|
Huruf yang digunakan menarik dan mudah dibaca
- Ukuran
huruf judul modul lebih dominan dan proporsional dibandingkan ukuran modul,
nama pengarang
- Warna
judul modul kontras dengan warna latar belakang
|
|
|
|
|
|
|
Tidak menggunakan terlalu banyak kombinasi jenis huruf
|
|
|
|
|
|
|
Ilustrasi Sampul Modul
- Menggambarkan
isi/materi ajar dan mengungkapkan karakter obyek
- Bentuk,
warna, ukuran, proporsi obyek sesuai realita
|
|
|
|
|
|
|
Desain Isi Modul
|
Konsistensi Tata Letak
- Penempatan
unsur tata letak konsisten berdasarkan pola
- Pemisahan
antar paragraf jelas
|
|
|
|
|
|
Unsur Tata Letak Harmonis
- Bidang
cetak dan marjin proporsional
- Marjin
dua halaman yang berdampingan proporsional
- Spasi
antara teks dan ilustrasi sesuai
|
|
|
|
|
|
|
Unsur Tata Letak Lengkap
- Judul
kegiatan belajar, subjudul kegiatan belajar, dan angka halaman/folio
- Ilustrasi
dan keterangan gambar (caption)
|
|
|
|
|
|
|
Tata Letak Mempercepat Halaman
- Penempatan
hiasan/ilustrasi sebagai latar belakang tidak mengganggu judul, teks, angka
halaman
- Penempatan
judul, subjudul, ilustrasi, dan keterangan gambar tidak menggangu pemahaman
|
|
|
|
|
|
|
Tipografi Isi Modul Sederhana
- Tidak
menggunakan terlalu banyak jenis huruf
- Penggunaan
variasi huruf (bold, italic, all capital, small capital) tidak
berlebihan
- Lebar
susunan teks normal
- Spasi
antar baris susunan teks normal
- Spasi
antar huruf (kerning) normal
|
|
|
|
|
|
|
Tipografi Isi Modul Memudahkan Pemahaman
- Jenjang/hierarki
judul-judul jelas, konsisten dan proporsional
- Tanda
pemotongan kata (hyphenation)
|
|
|
|
|
|
|
Ilustrasi Isi
- Mampu
mengungkap makna/ arti dari objek
- Bentuk
akurat dan proporsional sesuai dengan kenyataan
- Kreatif
dan dinamis
|
|
|
|
|
|
Ø Penilaian
Kelayakan Bahasa
|
Indikator
Penilaian
|
Butir
penilaian
|
Alternatif
Pilihan
|
|||
|
SK
|
K
|
B
|
SB
|
||
|
Lugas
|
Ketepatan struktur kalimat
|
|
|
|
|
|
Keefektifan kalimat
|
|
|
|
|
|
|
Kebakuan istilah
|
|
|
|
|
|
|
Komunikatif
|
Pemahaman terhadap pesan atau informasi
|
|
|
|
|
|
Dialogis dan Interaktif
|
Kemampuan memotivasi peserta
didik
|
|
|
|
|
|
Kemampuan mendorong berpikir
kritis
|
|
|
|
|
|
|
Kesesuaian dengan
Perkembangan Peserta didik
|
Kesesuaian dengan perkembangan intelektual peserta didik
|
|
|
|
|
|
Kesesuaian dengan tingkat perkembangan emosional peserta
didik
|
|
|
|
|
|
|
Kesesuaian dengan Kaidah Bahasa
|
Ketepatan tata bahasa
|
|
|
|
|
|
Ketepatan ejaan
|
|
|
|
|
|
|
Penggunaan istilah, simbol, atau ikon
|
Konsistensi penggunaan istilah
|
|
|
|
|
|
Konsistensi penggunaan simbol atau ikon
|
|
|
|
|
|
|
Bagian Yang Salah
|
Jenis Kesalahan
|
Saran Untuk Perbaikan
|
|
|
|
|
Kesimpulan
Modul pembelajaran ini dinyatakan:
1.
Layak diujicobakan di lapangan tanpa ada revisi
2.
Layak diujicobakan di lapangan dengan revisi
3.
Tidak layak diujicobakan di lapangan.
Instrumen Penilaian Bahan Pembelajaran
Ø Penilaian Respon
Siswa
Program : Pengembangan Modul Pada
Materi Segi Empat
Materi Pelajaran : Matematika
Materi Pokok : Segi Empat
Sasaran Program : Siswa kelas VII Semester 2
Nama Siswa : …
Hari / tanggal : …
Petunjuk Pengisian
Lembar Respon Siswa.
Lembar
respon ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat para siswa tentang “Modul Matematika Segi Empat Untuk Kelas VII”.
Pendapat dari para siswa akan sangat bermanfaat untuk memperbaiki dan
meningkatkan kualitas modul ini. Untuk itu kami mohon para siswa dapat
memberikan tanda “√” di bawah kolom skor penilaian berikut sesuai dengan
pendapat masing-masing.
Keterangan:
STS = Sangat Tidak Setuju
TS = Tidak Setuju
S = Setuju
SS =
Sangat Setuju
|
Pertanyaan
|
Alternatif
Pilihan
|
|||
|
STS
|
TS
|
S
|
SS
|
|
|
Modul ini menjelaskan suatu
konsep menggunakan ilustrasi masalah yang berkaitan dengan kehidupan
sehari-hari.
|
|
|
|
|
|
Modul ini menggunakan
contoh-contoh soal yang berkaitan dengan masalah kehidupan sehari-hari.
|
|
|
|
|
|
Penyajian materi dalam modul
dimulai dari yang mudah ke sukar dan dari yang konkret ke abstrak.
|
|
|
|
|
|
Dalam modul ini terdapat
beberapa bagian untuk saya menemukan konsep sendiri.
|
|
|
|
|
|
Modul ini memuat
pertanyaan-pertanyaan yang mendorong saya untuk berfikir.
|
|
|
|
|
|
Penyajian materi dalam modul
ini mendorong saya untuk berdiskusi dengan teman-teman yang lain.
|
|
|
|
|
|
Materi modul ini mendorong
keingintahuan saya.
|
|
|
|
|
|
Modul ini mendorong saya
untuk merangkum materi sendiri pada kolom “Refleksi”.
|
|
|
|
|
|
Modul ini memuat tes formatif
yang dapat menguji seberapa jauh pemahaman saya tentang materi segi empat.
|
|
|
|
|
|
Kalimat dan paragraf yang
digunakan dalam modul ini jelas dan mudah dipahami.
|
|
|
|
|
|
Bahasa yang digunakan
sederhana dan mudah dimengerti.
|
|
|
|
|
|
Huruf yang digunakan
sederhana dan mudah dibaca.
|
|
|
|
|
|
Tampilan modul ini menarik.
|
|
|
|
|
|
Modul ini membuat saya senang
mempelajari matematika.
|
|
|
|
|
|
Dengan menggunakan modul ini
dapat menambah keinginan untuk belajar.
|
|
|
|
|
|
Dengan menggunakan modul ini
membuat belajar saya lebih terarah dan runtut.
|
|
|
|
|
|
Dengan adanya ilustrasi di
setiap awal materi dapat memberikan motivasi untuk mempelajari materi.
|
|
|
|
|
|
Dengan menggunakan modul ini
dapat membuat belajar matematika tidak membosankan.
|
|
|
|
|
Ø Penilaian Guru
Tujuan
: Untuk mengetahui tanggapan guru terhadap penggunaan modul dalam pembelajaran
Responden
: Guru Matematika
1. Bagaimana proses pembelajaran matematika di kelas dengan
menggunakan bahan ajar modul Segi Empat?
2. Apakah bahan ajar modul membantu siswa dalam memahami materi Segi
Empat?
3. Bagaimana minat dan respon siswa terhadap bahan ajar modul
tersebut?
4. Apakah terdapat kelebihan dan kekurangan dalam penggunaan bahan
ajar modul tersebut?
5. Apa kesan dan saran bagi pengembangan bahan ajar modul
selanjutnya?
6. Bagaimana kualitas bahan ajar modul yang sudah diterapkan di
kelas?
7. Adakah keinginan Bapak/Ibu guru untuk menggunakan bahan ajar modul
lagi dalam proses pembelajaran di kelas?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar